Benarkah Kedelai Bisa Bikin Pria Jadi Kurang Subur?

Makanan berbasis kedelai sudah lama menjadi pilihan banyak orang, sebut saja tempe, tahu, susu kedelai dan produk-produk berbasis kedelai lainnya. Kedelai adalah sumber protein hewani dan diketahui mengandung banyak manfaat, termasuk menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko penyakit jantung, kanker payudara, osteoporosis dan mengurangi gejala menopause bagi wanita. Namun, di balik banyak manfaat ini, diasumsikan bahwa kedelai mengurangi kesuburan pria. Itu benar?

Di mana anggapan kedelai mengurangi kesuburan pria?

Kedelai mengandung jenis fitoestrogen yang dikenal sebagai isoflavon. Oleh karena itu, kandungan isoflavon terkait dengan kesuburan pria karena pengaruhnya terhadap hormon reproduksi dan sperma. Penelitian yang dilakukan di Kings College London pada 2005 menunjukkan bahwa probabilitas bahwa sperma manusia kehilangan akrosomnya (bagian yang memungkinkan sperma menembus telur) meningkat tiga kali lipat setelah terpapar genistein isoflavone (bentuk isoflavon) yang ditemukan dalam kedelai.

Pria yang mengonsumsi banyak produk berbasis kedelai memiliki konsentrasi sperma lebih rendah daripada pria yang tidak mengonsumsi produk berbasis kedelai. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ini terjadi sangat terbatas dan dalam jumlah yang sangat terbatas. Biasanya penelitian ini lebih terlihat pada pria yang kelebihan berat badan atau obesitas yang datang ke klinik kesuburan.

Penelitian oleh Chavarro dan koleganya yang melibatkan 99 pria antara tahun 2000 dan 2006 menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi banyak kedelai cenderung memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah daripada pria yang tidak mengonsumsi kedelai, tetapi sebagian besar masih dalam batas normal. Dibandingkan dengan pria yang tidak mengonsumsi kedelai, pria dengan asupan kedelai tertinggi menghasilkan lebih banyak volume ejakulasi, tetapi dengan jumlah spermatozoa yang sama, menghasilkan konsentrasi sperma yang lebih rendah.

Konsentrasi sperma yang rendah tidak berarti berdampak pada morfologi (bentuk) dan motilitas (kemampuan untuk bergerak) sperma. Konsentrasi sperma yang rendah terjadi terutama pada pria yang kelebihan berat badan dan obesitas. Studi ini tidak cukup menunjukkan bahwa konsumsi kedelai berhubungan dengan konsentrasi sperma. Para peneliti mencurigai bahwa faktor-faktor lain mungkin terlibat, seperti kelebihan berat badan dan obesitas. Lebih lanjut, pria yang terlibat dalam penelitian ini mungkin tidak mewakili semua pria. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menunjukkan hubungan antara konsumsi kedelai dan kesuburan pria.

Penelitian Chavarro, yang dilakukan di negara-negara barat, juga mengakui bahwa peningkatan asupan kedelai pada pria Asia belum menunjukkan bahwa konsumsi kedelai telah mengurangi kesuburan pria. Karena itu, mitos bahwa konsumsi kedelai mengurangi kesuburan pria belum dibuktikan. Jadi bagi pria yang suka mengonsumsi makanan yang mengandung kedelai, seperti tempe, tahu, susu kedelai dan lainnya, Anda bisa memakannya sebanyak yang Anda inginkan dan Anda tidak perlu lagi khawatir tentang kesuburan Anda.

Manfaat kedelai untuk pria

Di balik mitos “kedelai mengurangi kesuburan pria”, kedelai juga memiliki manfaat baik untuk pria. Sebagai sumber protein nabati, kedelai kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh dan juga berguna untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk:

Mencegah penyakit jantung koroner (PJK). Kedelai dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung karena kandungan nutrisinya yang sehat. Pertama, kedelai memiliki kandungan lemak jenuh rendah dan kadar lemak tak jenuh ganda yang tinggi (seperti asam lemak omega-6 dan asam lemak omega-3), sehingga dapat membantu mengurangi kadar kolesterol darah. Kedua, protein kedelai dapat langsung menurunkan kadar kolesterol darah. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung kedelai dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner karena efek kedelai yang dapat mengurangi kolesterol darah tinggi.

Mencegah kanker prostat. Kedelai mengandung phytochemical yang dapat mengurangi risiko kanker prostat pada pria dan juga dapat membantu menyembuhkan penyakit ini. Penelitian menunjukkan bahwa zat genistein isoflavon dalam kedelai dapat mencegah kanker prostat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi makanan yang mengandung kedelai setiap hari lebih kecil kemungkinannya menderita kanker prostat daripada mereka yang tidak.

Baca Juga :