Penyebab Makanan Anda yang Bikin Kadar Gula Darah Naik

Pernahkah Anda mendengar istilah glycemic index (GI) dalam makanan? Sederhananya, indeks glikemik mengukur tingkat di mana makanan diubah menjadi gula darah.

Karena itu, tidak cukup untuk menghindari makanan manis jika Anda ingin mengontrol kadar gula darah Anda, terutama bagi penderita diabetes. Yang harus dilakukan adalah memilih makanan dengan nilai indeks glikemik rendah.

Jadi bagaimana memastikan makanan Anda memiliki indeks glikemik rendah sehingga kadar gula darah Anda tidak melonjak tiba-tiba? Ini adalah penjelasan lengkap yang perlu diperiksa agar tidak memilih makanan yang salah atau cara mengolahnya.

Indeks glikemik atau GI adalah tingkat kecepatan makanan untuk diubah menjadi gula darah oleh tubuh. Semakin tinggi nilainya, semakin cepat kadar gula darah karena makanan ini.

Penyebab Makanan Anda yang Bikin Kadar Gula Darah Naik

Oleh karena itu, ini tidak berarti bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi berarti bahwa kadar gula harus tinggi. Ada kemungkinan bahwa kadar gula dalam makanan relatif aman, tetapi jika dikonsumsi gula diserap dengan sangat cepat oleh tubuh sekaligus dan menyebabkan peningkatan kadar gula.

Makanan GI tinggi harus dihindari oleh penderita diabetes. Sementara itu, untuk makanan dengan indeks glikemik sedang, masih memungkinkan untuk mengkonsumsinya, tetapi hanya sesekali dan harus dalam batas yang wajar. Jika nilai IG rendah, makanan bisa dikonsumsi.

Bagaimana indeks glikemik makanan naik?

Pada dasarnya, setiap makanan memiliki nilai IG-nya. Misalnya dari kandungan karbohidrat. Namun, beberapa faktor lain dapat mengubah IG makanan Anda lagi untuk membuatnya lebih tinggi. Apa saja faktornya? Lihat ke bawah.

  1. Buah yang sudah dikupas dan dibiarkan cukup lama

Buah-buahan yang telah dikupas memiliki nilai IG yang lebih tinggi daripada yang masih utuh dengan kulit. Contohnya adalah pisang. Sebelum dikupas, pisang adalah makanan dengan indeks glikemik rendah. Namun, setelah dikupas dan disimpan untuk waktu yang lama, nilai IG buah ini akan meningkat menjadi 51 (termasuk makanan dengan nilai IG sedang).

Ini karena pisang telah mengalami proses oksidasi yang menyebabkan bercak coklat pada buah. Karenanya proses ini menyebabkan nilai IG meningkat. Karena itu, jangan sampai buah yang sudah dikupas terlalu lama dan tidak dimakan.

  1. Cara merawat makanan

Makanan yang dimasak biasanya memiliki kandungan indeks glikemik yang lebih tinggi. Apalagi jika proses memasak dilakukan untuk membuat bahan makanan sangat hancur dan lunak. Dengan demikian, tubuh lebih mudah menyerap karbohidrat dalam makanan karena diproses saat memasak.

Misalnya, buah yang telah berubah menjadi segelas jus akan memiliki tingkat indeks glikemik yang lebih tinggi daripada buah aslinya. Contoh lain, kentang yang telah dimasak memiliki nilai IG lebih tinggi. Karena itu, jika Anda memasak kentang, biarkan dingin dulu dan kemudian konsumsi karena ketika masih panas setelah dimasak, nilai IG masih tinggi.

  1. Kandungan serat larut air

Sebagian besar makanan dengan nilai IG adalah makanan yang mengandung karbohidrat. Oleh karena itu, jenis karbohidrat dalam makanan mempengaruhi nilai IG. Semakin banyak serat larut air terkandung, semakin rendah nilai IG makanan.

Sebaliknya, jika makanan Anda penuh dengan karbohidrat sederhana, seperti glukosa atau sukrosa, makanan tersebut memiliki nilai IG tinggi.

  1. Kandungan nutrisi lain dalam makanan

Bukan hanya jenis karbohidrat yang memengaruhi nilai IG suatu makanan. Kadar lemak dan protein juga dapat mempengaruhi nilai indeks glikemik. Makanan yang mengandung protein dan lemak yang dikonsumsi bersama akan mengurangi kadar indeks glikemik dalam makanan.

Menambahkan bahan asam ke makanan seperti jus jeruk atau cuka dapat mengurangi kadar indeks glikemik. Ini bisa menjadi trik yang sangat mudah bagi Anda yang ingin menghindari makanan dengan IG tinggi.

Baca Juga :