Tag Archives: Manfaat Bawang Putih

Manfaat mengkonsumsi bawang putih

Bawang putih adalah umbi dengan nama latin Allium sativum. Bawang putih ini masih milik keluarga Amaryllis (Amaryllidaceae) dan terkait dengan daun bawang dan bawang merah. Putih-Capped adalah cengkeh dari budidaya Asia Tengah, tetapi juga menghasilkan tanah liat di Italia dan Prancis selatan.

Biasanya ada 1-10 siung dalam buah bawang putih. Setiap cengkeh memiliki berat sekitar 6-8 gram. Jadi, per 100 gram berambang putih mengandung kira-kira:

  • 4 kalori
  • 1 gram karbohidrat
  • 0,2 g protein
  • 0,1 g serat
  • 0,1 miligram mangan (sesuai dengan 3% dari kebutuhan harian tubuh)
  • 0,9 mg vitamin C (sesuai dengan 2% dari kebutuhan harian tubuh)
  • 5,4 miligram kalsium (setara dengan 1% dari kebutuhan harian tubuh)
  • 0,4 mikrogram selenium (setara dengan 1 persen dari kebutuhan harian tubuh)
  • sejumlah antioksidan seperti flavonoid, oligosakarida dan asam amino.
  • Putih tanpa tulang juga diperkaya oleh senyawa sulfur aktif seperti alliin, allyl propyl disulfide, dialyl disulfide dan dialyl trisulfide. Ketika bawang putih mentah dikunyah di mulut, zat sulfur bereaksi terhadap allicin.

Manfaat bawang putih untuk kesehatan

1. Menurunkan kolesterol

Bawang putih telah lama dianggap sebagai salah satu makanan terbaik untuk kolesterol tinggi. Sebuah studi sebelumnya yang diterbitkan dalam Journal of Postgraduate Medicine melaporkan bahwa kadar kolesterol berkurang secara drastis dalam dua bulan jika Anda makan sekitar 10 gram bawang putih mentah (1-2 siung kecil) sehari.

Temuan ini juga didukung oleh sejumlah besar studi terbaru. Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Internasional Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat pada 2016. Tim peneliti India awalnya meminta 50 orang dengan kolesterol tinggi untuk makan 3 gram bawang putih mentah sekali sehari. Setelah 90 hari masa percobaan, semua peserta ini menemukan penurunan kolesterol yang signifikan, yaitu 10-13 persen.

Peneliti menemukan bahwa manfaat ini berasal dari kandungan allicin dalam bawang putih. Dengan cara yang unik, allicin hanya diproduksi oleh bawang putih jika cengkeh dipotong, dicincang (Uleg) atau dikunyah. Allicin menghambat enzim yang berperan dalam produksi kolesterol.

2. Mengendalikan tekanan darah

Jika Anda berisiko atau telah didiagnosis menderita hipertensi, mempertahankan pola makan yang sehat adalah salah satu kunci untuk tetap sehat. Nah, dari sekian banyak makanan sehat, bawang putih bisa menjadi andalan Anda.

Ya Potensi manfaat bawang putih untuk menurunkan tekanan darah telah lama diakui sebagai sebanding dengan obat hipertensi generik. Sebuah penelitian oleh Jurnal Ilmu Farmasi Pakistan melaporkan bahwa efek menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah mengonsumsi bawang putih hampir sama dengan efek obat Atenolol.

Keuntungan ini juga dihasilkan dari kandungan allicin, yang hanya dapat dicapai jika siung bawang putih mentah dikunyah, dipotong atau dipotong. Metode ini membuat allicin lebih mudah diserap dan digunakan oleh tubuh.

Selain itu, bawang putih juga mengandung polisulfida, yang melebarkan pembuluh darah dan dengan demikian menurunkan tekanan darah.

3. Menyehatkan jantung

Kabar baiknya, bawang putih juga memiliki potensi yang baik untuk mencegah risiko penyakit jantung. Bawang putih dikenal sebagai pengobatan tambahan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah, yang pada akhirnya menurunkan risiko aterosklerosis.

Unik adalah manfaat ekstrak yang paling permanen dari bawang putih matang. Singkatnya, ekstrak bawang putih yang sudah tua mengurangi pembentukan plak lunak dan mencegah pembentukan plak baru di arteri.

Penelitian dari Journal of Nutrition, yang menggunakan bawang putih tua, juga menunjukkan bahwa kadar kalsium dan protein C-reaktif dalam arteri koroner menurun. Endapan kalsium dalam arteri koroner adalah tanda pembentukan plak yang dapat mempersempit atau menyumbat arteri. Sedangkan protein C-reaktif adalah protein khusus yang memicu peradangan.

Dua kondisi di atas kemudian memicu arteriosklerosis. Ketika aterosklerosis terjadi, Anda lebih rentan terhadap serangan jantung atau stroke.

4. Menurunkan risiko kanker

Efek menguntungkan dari bawang putih telah dikenal selama berabad-abad.

Penelitian sampai saat ini telah menunjukkan hubungan antara konsumsi bawang putih biasa dan penurunan risiko berbagai jenis kanker. Termasuk kanker lambung (lambung, usus besar dan usus kecil), kanker kerongkongan, kanker pankreas, kanker payudara dan kanker prostat.

Bawang putih mentah kaya akan sulfur aktif, yang mencegah sel-sel kanker dari pembentukan dan menghambat penyebarannya ke seluruh tubuh.

5. Menjaga kesehatan otak

Ternyata makan bawang putih tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jantung, tetapi juga otak.

Sebuah tim peneliti dari University of Missouri menemukan bahwa turunan karbohidrat dalam bawang putih yang dikenal sebagai FruArg melindungi sel-sel otak dari efek penuaan dan penyakit. FruArg dilaporkan mengurangi kadar nitrogen oksida yang diproduksi oleh sel-sel mikroglial di otak terhadap peradangan dan stres oksidatif.

Di satu sisi, peran sel-sel mikroglial dalam menjaga kesehatan sistem saraf sangat bermanfaat. Namun, semakin lama sel mikroglia melawan peradangan, semakin banyak mereka menghasilkan oksida nitrat. Nilai nitrogen oksida yang berlebihan telah lama dikaitkan dengan penyebab kerusakan sel otak.

Untungnya, FruArg dapat melipatgandakan sel mikroglial dalam bawang putih tanpa memicu peningkatan kadar nitrogen oksida di otak. Ini berarti bawang putih memiliki manfaat perlindungan bagi sel-sel otak dengan menjadi lebih kebal terhadap risiko penyakit neurologis seperti demensia dan Alzheimer.

Baca Lainnya >>>